UP DATE......

" Hidup adalah skenario terbaik Allah untuk kita "

Ternyata berkah dari sebuah pembiasaan hidup dengan positive thingking memberikan sebuah rasa yang lain dalam menjalani kehidupan. walau seringkali harus berhadapan dengan kenyataan bahwa kenyataan tidaklah seindah harapan, namun berusaha untuk menerimanya. mungkin lebih kepada menilai kelayakan menerima semua ganjaran dengan usaha yang telah diperbuat.

Sebuah impian yang terus diungkapkan adalah keinginan untuk mengunjungi daerah Sumatera Barat. Ingin menyaksikan keindahan negeri para uni dan uda dengan ninik mamaknya yang kental. Dan Alhamdulillah impian itu insya Allah akan terlaksana diakhir bulan ini. Ya.... Selama beberapa hari kedepan negeri "paris van sumatra" akan kujelajahi. Padang... Bukit Tinggi... Payakumbuh... i'm coming....

.................

ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekkah
ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di miraza
tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu sayangku

bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah mendala wangi
ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di danang
ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra

tapi aku ingin mati di sisimu sayangku
setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya
tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu

mari, sini sayangku
kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku
tegakklah ke langit atau awan mendung
kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa”


:) Puisi Gie, judul tidak diketahui.

Sebuah TANYA

“akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
apakah kau masih berbicara selembut dahulu?
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku”

(kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih, lembah mendala wangi
kau dan aku tegak berdiri, melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)

“apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika ku dekap kau, dekaplah lebih mesra, lebih dekat”

(lampu-lampu berkelipan di jakarta yang sepi, kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya. kau dan aku berbicara. tanpa kata, tanpa suara ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)

“apakah kau masih akan berkata, kudengar derap jantungmu. kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta?”

(haripun menjadi malam, kulihat semuanya menjadi muram. wajah2 yang tidak kita kenal berbicara dalam bahasa yang tidak kita mengerti. seperti kabut pagi itu)

“manisku, aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan-harapan
bersama hidup yang begitu biru”



Puisi GIE
http://kapasmerah.wordpress.com

biLA

Bila detak jantung masih tetap berdenyut
dan hati masih tetap dapat menganalisa pemikiran
aku masih mampu tuk melukis kisah hidupku
Bila pikirku masih bisa berpikir
sedang hatiku telah menjadi raja di hidupku
aku ingin tak kan nafsu yang menjadi pemenang

bila kehilangan dan keberadaan hadir dalam hidupku
kuingin kehilangan yang tak menyayat hatiku
dan keberadaan yang tak membuatku menjadi congkak
ku ingin hidup dalam keberadaan dan kehilangan
hingga seimbang syukurku dan kufurku
bahkan lebih
namun bila kehilanganku lebih dahulu mendatangiku
dengan sejuta rasa menyesak dada
biarlah hati dan pikirku mengikhlaskan kehilanganku
.........

pELaNgI

entah mengapa diakhir-akhir ini
aku jadi sentimentil dan terkadang teringat akan masa dahulu
kau aku dan yang lainnya bermain dengan harmonisasi perbedaan
dan tercetus untuk selalu maju bersama
membangun peradaban dinegeri yang katanya beradab
peradaban yang kita bangun dari ruang berpikir
pertanyaan yang tak pernah usai dariku
pentingkah mempertentangkan perbedaan
sedangkan perbedaan adalah satu warna yang memendarkan bermacam warna
sehingga ada banyak warna dialam pikir kita
.........
seiring waktu berjalan
kini aku menyukai pelangi berpikir yang pernah terjadi.

Kau bertanya kepadaku
adakah cinta yang melebihi dari sayangku padamu
aku jawab cintaku tak pernah bisa melebihi sayangku padamu
kau tanyakan lagi adakah kasih yang melebihi sayangku padamu
kujawab lagi kasihku yang tulus hanyalah untuk kekasihku yang abadi
kau tanyakan lagi kenapa aku begitu
bernyanyi dalam kata dan berkata dalam syair
tak ada yang melekat dalam benakku untuk menjawab pertanyaanmu
hanya terlintas dalam pemahamanku
cintaku pada sesuatu yang berwujud dan kasat mata
sayangku pada sebentuk hati yang tulus di jiwamu
kekasihku telah abadi dihatiku dan takkan bergeser
sampai kau dan aku mengerti hakikat hidup yang sesungguhnya

Maafkan...
Bila ku tak pandai merangkai kata indah
tuk mewakili diriku d hadapmu
maafkan...
bila kau tersiksa dengan mengucapkan kata-kata
bersyair tak sempurna diatas papyrus ini
maafkan...
bila aku harus ak harus akhiri
lukisan tangan tak bersanjak ini
dengan seuntai kata
aku menyayangimu dengan sepenuh jiwaku

Blogger Templates by Blog Forum